Langsung ke konten utama

Postingan

Mencontoh Prinsip Para Pemilik UKM: Berproses, Berprogres

Menginjak usia 20-an, kita kerap dihantui oleh perasaan galau mengenai masa depan. Baik galau terkait karir maupun jodoh, uhuk. Benar saja, beberapa bulan belakangan ini saya tidak dapat tidur nyenyak. Musababnya adalah memikirkan kira-kira saya mau ngapain dan mau jadi apa setelah lulus kuliah nanti. Setelah proses perenungan yang cukup panjang, ternyata saya memang tertarik dalam dunia bisnis.  Namun, saya masih ragu untuk memulai. Saya merasa minim dalam segi ilmu, praktik, dan pengalaman. Hey! Jangan putus asa. Pertolongan Allah itu nyata adanya. Kuncinya adalah kemauan untuk senantiasa belajar. Saya bertransformasi menjadi sosok yang kepo. Sibuk mencari-cari informasi mengenai bazar kewirausahan. Tujuannya? Ingin belajar dari para senior di bidang UKM. Berkat kecanggihan teknologi, saya mendapat sebuah informasi mengenai acara yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta . Acara ini berlangsung pada tanggal 6-7 September 2019 serta berlokasi di Alun-alun Sewandana...

GEBYAR UKM 2019, ACARA BERJUTA MAKNA

Ketika sedang berselancar di media sosial—lebih tepatnya Instagram, tanpa sengaja saya membaca sebuah informasi mengenai event Gebyar UKM 2019 yang diadakan oleh DinasKoperasi UKM DI Yogyakarta . Acara ini berlangsung sejak tanggal 3-6 Agustus 2019 di gedung PLUT KUMKM DIY yang beralamat di Jl. HOS Cokroaminoto No.162, Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Sebagai mahasiswi tingkat akhir yang kesehariannya hanya berkutat dengan skripsi, maka saya berinisiatif untuk menghilangkan rasa suntuk dengan mengunjungi acara tersebut.  Berhubung saya buta arah, maka saya memanfaatkan bantuan google maps untuk mengarahkan saya sehingga dapat sampai ke tujuan dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun. Di gerbang, saya disambut oleh baliho berukuran cukup besar yang memuat rundown acara. Saya pun disambut oleh alunan biola menggugah semangat yang dipersembahkan oleh dedek-dedek gemas dari atas panggung, sungguh saya merasa tersanjung.   ...

Berkat Insto Dry Eyes, Gejala Mata Kering Lewat.

Beberapa tahun silam, ketika masih menjadi anak sekolahan, guru bahasa Indonesia menginstruksikan kami—saya dan teman sekelas—untuk membuat sebuah surat. Saya lupa tepatnya, apakah surat lamaran kerja atau surat cinta lainnya. Saya hanya mengingat dengan jelas momen menuliskan identitas pribadi, yakni sebagai seorang psikolog. Ternyata, Allah mengabulkan tulisan tidak sengaja tersebut dengan memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di program studi Psikologi. Mohon do’anya supaya skripsi saya segera acc, ya. Bagi seorang psikolog, mata merupakan tool yang wajib dimiliki. Bagaimana tidak? Misalnya, ketika sedang menangani klien, psikolog harus teliti memperhatikan berbagai ekspresi yang ditunjukkan. Bahkan di dunia psikologi, mikro ekspresi yang hanya berlangsung sepersekian detik saja tidak boleh luput dari perhatian. Selain ekspresi, gerak-gerik klien juga penting untuk diamati. Kenapa? Karena ekspresi dan gerak-gerik adalah manifestasi dari alam bawah sadarnya.  ...